Aq Erik, tanyakan ke seleuruh sekolah, pasti mereka tau siapa Erik itu.
Seorang anak pemalas dan bandel yang sering sering membubat masalah di
sekolah. Sudah beberapa kali aq dikeluarkan dari sekolah, sehingga aq
sering pindah-pindah sekolah. Semua itu aq lakukan hanya untuk
pelampiasan dari masalahku dengan keluarga, ya aq lahir ditengah-tengah
keluarga yang penuh dengan masalah dan kekerasan, sehingga aq tumbuh
menjadi remaja yang tak tau aturan. Meskipun aq bergelimang harta, tapi
itu tak ada artinya, tak segalanya bisa di raih dengan uang.
Lagi-Lagi, aq dikeluarkan dari sekolah yang ketiga kalinya. Untungnya aq
nggak harus mengulang lagi dari kelas 1, disekolah baruku ini, aq
melanjutkan pendidikkanku dari kelas 2 SMA.
Sekolah baruku ini adalah sekolah swasta yang bisa dikatakan sekolah
swasta elite, nggak perlu pintar, yang penting ada uang bisa masuk.
Fasilitas lengkap, ditambah banyak siswi-siswi cantik yang bisa
membuatku menelan ludah.
Aq pun mulai bersekolah, satu demi satu kudapatkan teman baru. Semua
tampak normal sampai pada suatu hari dimana ada suatu hal yang membuatku
semangat untuk terus masuk sekolah. Sebuah hal yang merubah hidupku,
entah itu lebih baik bagiku, atau malah memperburuk keadaanku.. begini
ceritanya….
Waktu sudah menujukkan pukul 4 sore, aq segera merapikan segala
peralatan sekolah. Hufff, hari ini adalah jadwal eskul komputerku,
minimal aq baru bisa sampai dirumah jam 5 sore, ya apa boleh buat.
Sekolahku mewajibkan muridnya untuk memilih satu eskul, aq memilih
komputer karena menurutku hanya eskul itu yang tdk begitu memusingkan
dan menyita banyak waktuku.
Singkatnya. sepulang eskul aq segera menuju tempat parkir motor.
Hanya ada beberapa motor lagi ayng tersisa, aq melangkah kearah motorku
diparkir. Kurogoh sakuku dan kucari kontak motorku, tetapi kontak
motorku tdk ada. Aq pun panik dan segera mencari-cari kedalam tas namun
kontak itu tdk aq temukan juga. Aq memutuskan untuk kembali keruang
komputer untuk mencari kontak motorku barang kali tertinggal disana.
Kucari keseluruh ruangan komputer yang udah sepi, hanya ada guru
eskulku yang sedang sibuk mengerjakan tugasnya yang menumpuk. Guru
komputer yang kumaksud adalah seorang guru baru, dia bekerja menjadi
seorang guru honorer di sekolah ini. Namanya bu Anis, usianya sekitar
24-25 thn. Dan yang paling penting adalah wajah bu Anis yang cantik dan
kulitnya yang putih mulus, kadang-kadang membuatku kehilangan
kosentrasiku.
“Duhhh,, bu lihat kontak motorku nggak?” tanyaku pada bu Anis.
“Lah, emang kamu taruh mana Rik?” tanya bu Anis balik.
“Kalo aq tau ya bu, ngapain aq dari tadi mondar-mandir disini…” jawabku.
“Halah-halah, ya uudah cari lagi, ibu nggak lihat” kata bu Anis.
“Lah, emang kamu taruh mana Rik?” tanya bu Anis balik.
“Kalo aq tau ya bu, ngapain aq dari tadi mondar-mandir disini…” jawabku.
“Halah-halah, ya uudah cari lagi, ibu nggak lihat” kata bu Anis.
Kubungkukan badanku, mencoba mencari disela – sela bagian bawah meja
komputer. Huff, sudah lama aku cari tapi nggak ktemu juga, tiba – tiba
mataku tertuju pada sebuah pemandangan lain. Dari balik meja kerja Bu
Anis, ada sebuah pemandangan indah yang membuat mataku melotot lebar.
Kulihat jelas celana dalam Bu Anis yang berwarna hitam dari balik rok
guru berwarna birunya, “OMG! hitam bro!!! ” ucapku dalam hati
Aku terus pura – pura mencari, sambil sesekali kulirik celana dalam
Bu Anis. Tiba – tiba aku dikagetkan oleh suara Bu Anis yang memanggilku.
“Ketemu Rik?” tanyanya
“Ehh..ngga ktemu bu, duuhh pulangku gimana nih!!” kesalku
“Bukan disini kali, coba periksa diatas, dikelas kamu” saran Bu Anis
“Eh? Iya juga kali ya, coba aku kesana deh…” jawabku sambil lalu
“Ehh..ngga ktemu bu, duuhh pulangku gimana nih!!” kesalku
“Bukan disini kali, coba periksa diatas, dikelas kamu” saran Bu Anis
“Eh? Iya juga kali ya, coba aku kesana deh…” jawabku sambil lalu
Aku segera naik menuju kelasku dilantai tiga, matahari yang mulai
terbenam membuat suasana sekolah menjadi mengeAnisn. Apalagi melihat
ruangan kelas yang kosong, aku langsung membayangkan bagaimana keadaan
sekolah saat malam. Aku buka pintu kelasku dan masuk kedalam, kucari
kunci motorku dibawah mejaku, tetapi gak ada!! Aku terduduk lemas diatas
meja, bingung harus ngapain lagi. Tiba – tiba kudengar suara aneh dari
kelas sebelah, kelas paling akhir, sebelah kiri dari kelasku.
Kutempelkan telinggaku ditembok antara kelasku dan kelas asal suara
itu. Awalnya tdk begitu jelas, tapi lama – lama aku kaget dengan suara
yang aku dengar itu.
“Aaagghhh..eemmpphhh….aahhhh hh…aaaagggghhhh” suara cewek mendesah
“Aaagghhhh, meki kamu nikmat banget sayang…” balas suara cowok
“Aaagghhhh, meki kamu nikmat banget sayang…” balas suara cowok
Astaga!! Aku langsung mengusap – usap wajahku, apa aku bermimpi? atau
ini hanya halusinasi?? Tapi suara itu masih jelas terdengar dari kelas
sebelah. Aku malah menjadi taku, jangan – jangan itu suara demit, atau
kuntilanak?? Aku gelisah, tapi rasa penasaranku membunuh rasa takutku,
dengan perlahan aku melangkah keluar menuju kekelas asal suara tadi.
Dari balik celan pintu aku bisa melihat, astaga…
dua orang murid sedang ML di kelas!!
Jantungku langsung berdetak kencang, aku masih belum percaya dengan
apa yang aku lihat. Aku dekatkan lagi wajahku, ternyata benar mereka itu
murid anak kelas tiga, dan yang membuat aku lebih kaget lagi. Cewenya
itu adalah Sandra, kakak kelasku yang terkenal dengan kecantikan
wajahnya dan bodinya yang aduhai. Sandra hanya memakai seragam atasnya,
sedangkan bagian bawahnya telanjang. Pantat Sandra yang montok sedang
disodok oleh k0ntol Joe yang juga kakak kelasku. Mereka memang
berpacaran, tapi aku nggak tau kalau mereka berani mesum dikelas!!
Aku semakin terbawa suasana, mendengar desahan Sandra dan gerakan
erotis dari Sandra yang terlihat begitu menikmati pelayanan dari Joe.
Kurasakan k0ntolku mulai bereaksi, aku pun semakin menempelkan wajahku
di celah pintu. Saking seriusnya, tak sengaja kudorong pintu kelas,
badanku pun tertarik maju, pintu kelas terbuka lebar, aku terguling
masuk kekelas.
“kkkkyyyyyaaaaa….” jerik Sandra
“adduhhh…” kuusap kepalaku yang terasa sakit
“adduhhh…” kuusap kepalaku yang terasa sakit
Sandra dan Joe langsung menatapku dengan tampang panik. Lalu Sandra
segera menutupi mekinya dengan kedua tangannya, sementara Joe dengan
wajah marah langsung menghampiriku, ditariknya kerah bajuku.
“Eh Anjing!! Anak kelas berapa loe brani ngintip2??” bentak Joe emosi
“weiiisss, sante loe…” sambil kutepis tangan Joe
“brani loe ya?? mau mampus?” bentak Joe yang masih 1/2 bugil
“slow..slow..” jawabku bersikap tenang
“slow?? sampe loe kasih tau tentang ini ke orang, loe gue jamin jd mayat” gertak Joe
“yakin loe mau lawan gue?” tantangku, aku sudah biasa berkelahi, nggak akan ciut nyaliku cuma karena gertakan dari Joe
“eh bangsat loe ya..” teriak Joe sambil bersiap memukulku
“JOE!!” teriak Sandra yang telah memakai roknya lagi sambil berlari
“loe tunggu situ aja Gem!” bentak Joe ke Sandra
“Joe, udah biarin, klo kita giniin malah dia macem2” ucap Sandra
“nah, tuh cewe loe pinter…” jawabku
“eh anjing emang loe ya…” Joe yang semakin emosi
“eh Joe, gue nggak akan bilang-bilang tenang aja, asal loe jg mau enak ke gue, nggak usah emosi gitu lah, biarpun loe kakak kelas gue, umur loe sama ma gue, nggak usah sok galak gitu. Loe lanjutin deh kegiatan loe tu sama cewe loe, gue nggak akan ganggu…” ungkapku
“cuih…” eluh Joe sambil menurunkan tangannya dan coba menenangkan diri
“udah loe pergi sana..” usir Joe
“eeiitsss tunggu bro, gue nggak mau gratisan…” jawabku licik
“anjing emang ya, mau apa loe? duit?” sambil Joe merogoh saku bajunya
“nggak butuh duit gue, gue nggak minta macem-macem..” jawabku
“mau loe apa?” tanya Joe
“haha, gue cm mo liat loe lg ML sama cewe loe, gampang kan?” jawabku
“weiiisss, sante loe…” sambil kutepis tangan Joe
“brani loe ya?? mau mampus?” bentak Joe yang masih 1/2 bugil
“slow..slow..” jawabku bersikap tenang
“slow?? sampe loe kasih tau tentang ini ke orang, loe gue jamin jd mayat” gertak Joe
“yakin loe mau lawan gue?” tantangku, aku sudah biasa berkelahi, nggak akan ciut nyaliku cuma karena gertakan dari Joe
“eh bangsat loe ya..” teriak Joe sambil bersiap memukulku
“JOE!!” teriak Sandra yang telah memakai roknya lagi sambil berlari
“loe tunggu situ aja Gem!” bentak Joe ke Sandra
“Joe, udah biarin, klo kita giniin malah dia macem2” ucap Sandra
“nah, tuh cewe loe pinter…” jawabku
“eh anjing emang loe ya…” Joe yang semakin emosi
“eh Joe, gue nggak akan bilang-bilang tenang aja, asal loe jg mau enak ke gue, nggak usah emosi gitu lah, biarpun loe kakak kelas gue, umur loe sama ma gue, nggak usah sok galak gitu. Loe lanjutin deh kegiatan loe tu sama cewe loe, gue nggak akan ganggu…” ungkapku
“cuih…” eluh Joe sambil menurunkan tangannya dan coba menenangkan diri
“udah loe pergi sana..” usir Joe
“eeiitsss tunggu bro, gue nggak mau gratisan…” jawabku licik
“anjing emang ya, mau apa loe? duit?” sambil Joe merogoh saku bajunya
“nggak butuh duit gue, gue nggak minta macem-macem..” jawabku
“mau loe apa?” tanya Joe
“haha, gue cm mo liat loe lg ML sama cewe loe, gampang kan?” jawabku
Joe dan Sandra langsung bertatapan. Sementara aku berdiri diam menunggu jawaban dari mereka.
“Gimana?? gue nggak ganggu, nggak megang, cuma liat doank, slow” tanya gue
“Udah Joe, gpp, lagian aku nanggung nih…” ungkap Sandra
“Ok, tapi jgn megang-megang loe ya…” jawab Joe setuju
“Udah Joe, gpp, lagian aku nanggung nih…” ungkap Sandra
“Ok, tapi jgn megang-megang loe ya…” jawab Joe setuju
Dengan santai aku berjalan, kuambil sebuah kursi ditengah, lalu
kududuk menunggu aksi mereka. Joe dan Sandra kembali berjalan ketempat
mereka tadi, Sandra terlihat sedikit malu, tapi aku yakin dia pasti
ketakutan.
Joe langsung mencumbu Sandra, melahap habis bibir sexy Sandra. Aku
cengar – cengir melihat tingkah mereka berdua. Tangan Joe bergerak liar
meremas payudara Sandra yang kental, sementara tangan Sandra sibuk
mengelus – elus k0ntol Joe yang perlahan mulai konak. Desahan kecil
mulai terdengar dari mulut Sandra dan tangan Sandra semakin cepat
mengelus dan mengocok k0ntol Joe. Joe segera membalikan tubuh Sandra,
tangan Sandra bertumbu pada meja dan pantatnya menungging siap untuk
serangan dari Joe. Joe segera memasukan k0ntolnya, Sandra meringgis
menahan sodokan dari Joe kemekinya.
“aaagggghhh..aahhh..terus Joe…” desah Sandra liar
“ooogghhh…” desah Joe yang menikmati meki Sandra
“eeemmpphh…eeeggghhh…eeemmpphhh. ..” desah Sandra semakin menjadi
“ooogghhh…” desah Joe yang menikmati meki Sandra
“eeemmpphh…eeeggghhh…eeemmpphhh. ..” desah Sandra semakin menjadi
Tubuhku berasa panas melihat sex show live mereka didepanku, Sandra
terlihat begitu cantik dengan seragam SMA dan mekinya yang sedang
disodok. Matahari makin tenggelam, menyisakan cahaya – cahaya tipis yang
menyinari tubuh Sandra dan Joe yang sedang mesum. Hhhmmm, nice banget!!
Pantat Sandra jadi terlihat mengkilap karena pantulan dari cahaya
matahari dan keringat.
Joe makin mempercepat gerakannya, Sandra tak kuasa menahan itu,
disenderkan wajahnya diatas meja, desahnya terus mengiringi sodokan demi
sodokan dari Joe. Ditambah desahan indah dari Sandra yang membuat aku
semakin merinding. Tiba – tiba kudengar desahan Sandra semakin memburu,
begitu juga dengan Joe.
“aaagghhh…aagghhh…yaaankkkkk. ..mau keluuuaarr…eemmmpphhhh” desah Sandra
“iiyyaaaaaa yankk..eeeggghhh…” jawab Joe
“aaagggghhh…eeennngg…yyyaankkk …kkkellluuuaarrrrrr yyyaankkk…aaaaaaaggghhhh…”
“aaaaggghhhh …aaahhhh..aaahhh h…” desah Joe
“iiyyaaaaaa yankk..eeeggghhh…” jawab Joe
“aaagggghhh…eeennngg…yyyaankkk …kkkellluuuaarrrrrr yyyaankkk…aaaaaaaggghhhh…”
“aaaaggghhhh …aaahhhh..aaahhh h…” desah Joe
Mata Sandra dan Joe terpejam menahan nikmatnya climax mereka. Astaga
aku semakin tak sanggup, ingin sekali aku bergabung dengan mereka. Joe
segera membalikan tubuh Sandra, menaikannya keatas meja, dan membiarkan
Sandra terlentang dengan selangkangan terbuka. Sementara Joe duduk
dimeja sampingnya mencoba mengumpulkan tenaga untuk ronde berikutnya.
Tiba – tiba jantung kami serasa mau copot karena kaget…
“ASTAGA!!! KAAALLIIAANNNN!!!” teriak Bu Anis dari pintu kelas
Aku, Joe, dan Sandra langsung panik dan diam. Melihat ibu Sandra dengan wajah marah bercampur kaget.
“KALIAN SEMUA GILA!! IBU AKAN LAPORKAN KALIAN!!” marah Bu Anis sambil lalu
“Bu tunggu!!!” teriaku
“Bu tunggu!!!” teriaku
Aku dan Joe saling berpandangan. Bu Anis telah membalik tubuhnya dan
siap untuk pergi dari kelas, “GUE BISA MAMPUS!!” ucap gue dalam hati
“Joe, Kejar!! Mampus Kita!!” teriak gue ke Joe sambil berlari kearah Bu Anis
“Anjinggg laaahhhh…” umpat Joe sambil lari mengikutiku
“….” sedangkan Sandra terdiam takut
“Anjinggg laaahhhh…” umpat Joe sambil lari mengikutiku
“….” sedangkan Sandra terdiam takut
Kutarik tangan Bu Anis, dia mencoba melawan, mulutnya terbuat bersiap
tuk berteriak. Tapi, tangan Joe langsung menutup mulutnya dan
membantuku menarik Bu Anis kedalam kelas. Kudekap tubuh Bu Anis, Joe
masih menutup mulut Bu Anis dengan tangannya.
“JANGAN BERANIBERANI LOE!!!” bentak Joe ke Bu Anis
“eemm..eemmm…” Bu Anis coba bersuara
“Gimana nih Joe???” tanya gue ke Joe
“Gue juga nggak tau!!” jawab Joe panik
“eemm..eemmm…” Bu Anis coba bersuara
“Gimana nih Joe???” tanya gue ke Joe
“Gue juga nggak tau!!” jawab Joe panik
Bu Anis dalam dekapan eratku, bisa kucium harum tubuh dan rambutnya.
Membuatku kepalaku pening, sensasi yang luar biasa, andrenalinku benar –
benar mengalir. Setelah melihat aksi gila Sandra dan Joe, sekarang aku
harus berhadapan dengan Bu Anis. Tak sadar tanganku menyentuh payudara
Bu Anis yang empuk, itu membuatku semakin tak tahan dengan semua ini.
Perlahan aku mulai meremas payudara Bu Anis, dia coba memberontak tapi
apa daya seorang wanita dalam dekapan tubuh besarku. Joe mengerti
maksudku, dia tersenyum licik.
Aku semakin brutal meremas payudara Bu Anis, sementara kugesekan
k0ntolku yang konak terbungkus celana SMA kepantat Bu Anis yang montok.
Joe memanggil Sandra untuk mendekat, Sandra berjalan setengah bugil dan
takut – takut kearah Joe. Joe langsung memeluk Sandra dengan satu
tangannya, mereka langsung berciuman mesra didepan Bu Anis. Bu Anis
mulai panik, dikerahkan seluruh tenaganya untuk mencoba menghalauku.
Lagi – lagi, semua itu sia – sia.
Kutarik tubuh Bu Anis terduduk dilantai. Joe pun melepas tangannya
dari mulut Bu Anis, namun belum sempat Bu Anis berteriak, segera
kusumpal mulutnya dengan tanganku. Joe dan Sandra mulai beraksi, Joe
menjilati seluruh leher Sandra, dan Sandra sibuk mengelus k0ntol Joe.
Mereka melakukan itu tepat didepan Bu Anis, membuat Bu Anis terpaksa
menyaksikannya sambil terus kuremas payudaranya. Kusenderkan tubuhku
dimeja, kujepit paha Bu Anis dengan kedua kakiku.
Joe membisikan Sandra sesuatu, setelah itu Sandra langsung maju
kearahku, bertumpu pada meja dibelakangku Sandra segera mengambil posisi
menungging. Meki Sandra yang basah tepat berada diatas wajah Bu Anis,
aku segera menurunkan tanganku dari mulut Bu Anis kelehernya dan segera
mendongakkan wajah Bu Anis, memaksanya tuk melihat meki Sandra, sambil
kubisikan “berani teriak, aku cekek ibu sampai mati” ancamku…
Bu Anis pun menurut, dia terdiam dan menutup matanya. Kembali aku
membisikan ditelinganya “kalau loe merem, gue cekek juga, loe harus
liat” sambil kupererat cengkraman tanganku.
“ii..iyy..aa..” ucap Bu Anis terbata..
Joe segera maju dan langsung menancapkan k0ntolnya kedalam meki
Sandra disaksikan oleh aku dan Bu Anis yang gemetaran. Sementara Joe dan
Sandra sedang asik menikmati moment mereka, aq mulai berani membuka
kancing baju seragam guru biru khas sekolahku. Satu demi satu, kancing
ketiga terbuka, terlihat bra Bu Anis yang ternyata juga hitam dengan
renda – renda. Astaga, payudara Bu Anis tak kalah seksinya dengan
payudara Sandra yang berayun – ayun diatasku. Segera kuselipkan tanganku
diantara bra dan payudara Bu Anis, begitu hanya dan empuk. Aku bisa
merasakan detak jantung Bu Anis yang tdk beraturan karena takut.
Joe dan Sandra asik dengan moment mreka, suara desahan Sandra dan
Joe. Serta suara becek dari meki Sandra yang membuat aku dan Bu Anis
merinding. Tiba – tiba Sandra mendesah hebat..
“aaaahhh…aaayyyaaaannkkkkk.. ..eeennnggghhhh…” tanda Sandra orgams
Tubuh Sandra bergetar, disandarkan wajahnya keatas meja yang membuat
payudaranya menyentuh kepalaku, dan dari meki Sandra keluar cairan
bening. Cairan itu terus keluar dan akhirnya jatuh menetes dimuka Bu
Anis. Bu Anis bergetar, ditutupnya matanya, tubuh Bu Anis gelisah.
Lendir dari meki Sandra terus mengalir turun, melewati hidung lalu
menuju kearah mulut Bu Anis, Bu Anis menutup mulutnya rapat – rapat
mencoba menahan lendir itu agar tdk masuk kemulutnya. Aku yang
menyaksikan itu segera memperkuat cengkramanku dan berkata “buka mulut
loe bu!!” ancam gue
Dengan terpaksa dan takut, Bu Anis membuka mulutnya. Lendir itu pun
masuk kedalam mulut Bu Anis. Terlihat expresi jijik diwajah Bu Anis,
ingin segera dia menutup mulutnya, tapi lagi – lagi aku ancam dia dengan
cekikanku. Melihat expresi itu, aku semakin tdk tahan, dengan brutal
kutarik bra Bu Anis.
“kkkkkrrreeeekkkkkkkk….” terdengar suara kain yang robek.
Bra hitam Bu Anis putus karena taAnisnku,
“aaahhhhh…” jerit Bu Anis menahan sakit.
Dua buah kenikmatan terlihat, begitu matang dan siap disantap. Puting
Bu Anis yang berwarna merah muda, begitu serasi dengan payudaranya yang
mulus dan putih.
Joe yang sedang asik melahap meki Sandra pun tertawa melihat
tingkahku, melihat payudara gurunya yang terpajang menantang membuat Joe
semakin semangat, dipercepatnya gerakan k0ntolnya dimeki Sandra.
Payudara Sandra terus menampar – nampar ubun – ubunku, membuat aku dalam
posisi yang sangat menguntungkan. Desahan Sandra semakin terdengar
merdu, membuat libidoku sampai pada titik tertingginya.
Kucubit dengan kasar pentil Bu Anis,
“eeeennggggg…” desah Bu Anis menahan sakit bercampur nikmat.
Segera kupilin – pilin pentilnya, membuat napas Bu Anis terengah –
engah. Kutekan payudaranya dengan tanganku, membuat pentilnya terjepit
diantara payudaranya dan tanganku. Segera kuputar – putar, tubuh Bu Anis
bergetar hebat. Melihat expresi itu segera kulepas cengkramanku, Bu
Anis mengambil napas lega. Tak lama setelah itu, kusambar bibir Bu Anis,
kupaksa masuk lidahku, dan lidahku pun beradu dengan mantab didalam
mulut Bu Anis yang lembab. Bu Anis mencoba menolak dengan mendorong
lidahku keluar, tapi itu usaha sia – sia, malah membuat liurnya keluar
dan membasahi leherku, membuatku semakin bersemangat.
Kami semakin menikmati kegiatan masing – masing, Sandra dengan Joe,
dan Aku dengan guru eskulku, Bu Anis. Terus dan terus aku habisi Bu
Anis, membuat Bu Anis tak mungkin dapat meresistnya, tanganya yang tadi
tergeltak kakupun tiba – tiba langsung memegang pundakku dengan takut.
Tiba – tiba…
“eeehhh…gueww mooo kellluuarr…aaggghhh…” Joe bersuara
“Joe..Joe..sini Joe sini!!” ungkap aku semangat sambil melepas ciumanku dari mulut Bu Anis dan menyodorkan wajahnya kearah k0ntol Joe.
“Joe..Joe..sini Joe sini!!” ungkap aku semangat sambil melepas ciumanku dari mulut Bu Anis dan menyodorkan wajahnya kearah k0ntol Joe.
Dan langsung dengan semangat Joe memuncratkan seluruh spermanya
kearah muka Bu Anis, Bu Anis kaget dengan semua itu, matanya tepejam
takut, dan mulutnya terkunci rapat. Melihat itu, tanganku usil menarik
pentilnya, membuat mulut Bu Anis mengaduh “aaawwww…” dan mulutnya
terbuka membuat sperma Joe masuk dalam mulutnya.
Joe menarik Sandra, membatunya tidur dilantai. Aku menarik Bu Anis,
memaksanya tertidur dilantai juga. Sambil kuremas payudaranya, kubuka
satu persatu kancing bajunya, kini Bu Anis topless. Sandra terbujur puas
dilantai dengan setengah telanjang dan mekinya yang basah. Joe berjalan
menuju saklar lampu, dinyalakannya lampu kelas karena memang matahari
sudah full terbenam. Aku sibuk menelanjangi Bu Anis yang sudah lemas
pasrah tak berani membuka matanya.
Aku bangun, melepas seluruh pakaianku, Joe datang menghampiriku dan
melepas bajunya. Kami berdiri bugil menghadap Bu Anis yang juga bugil
dibawah kami, kuelus paha Bu Anis dengan kakiku sambil aku berkata
“Bu..Buka mata loe…”
Dengan perlahan Bu Anis membuka matanya, dia melotot melihat k0ntol aku dan Joe.
“masi kuat Joe??” tanyaku
“dikit..bisalah ngebantai bu guru” tawa Joe
“yuk ah, abisin Joe!!” semangatku
“btw, nama loe sapa…” tanya Joe
“call me Erik..” sambing memasang wajah licik
“dikit..bisalah ngebantai bu guru” tawa Joe
“yuk ah, abisin Joe!!” semangatku
“btw, nama loe sapa…” tanya Joe
“call me Erik..” sambing memasang wajah licik
Joe langsung berjongkok melahap bibir Bu Anis. Sedangkan aku segera
membuka selangkangan Bu Anis. Terlihat jelas mekinya yang tertutup
jembut yang tercukur begitu rapih, membuatku semakin tdk sabar untuk
menikmatinya. Tdk perlu pemanasan lagi karena aku sudah kepanasan dengan
aksi – aksi kami tadi. Segera kutancapkan k0ntolku dimeki Bu Anis yang
basah dan ternyata sudah tdk perawan lagi. Sialan ni guru, ternyata
perek juga. Bu Anis mencoba mendesah tapi tdk bisa karena mulutnya
sedang dilahap oleh Joe.
Tubuh Bu Anis bergetar hebat mencoba melawan nafsu bejatku dan Joe.
Meki Bu Anis masih terasa nikmat meskipun sudah tdk perawan lagi,
dinding mekinya masih terasa menjepit k0ntolku. Joe bosan dengan
aktifitasnya, segeras dia berlutut lalu ditampar – tamparkan k0ntolnya
dimulut Bu Anis. Bu Anis munafik menolak k0ntol itu, pada akhirnya dia
membuka mulutnya dan melahapnya. Dengan k0ntolku yang menancap di
mekinya dan k0ntol Joe yang memenuhi mulutnya, aku jamin Bu Anis ga akan
berani untuk menolak lagi.
Eeerrgghhhh, kurasakan k0ntolku makin mengeras, ya sebentar lagi aku orgams. Kutekan semakin dalam k0ntolku kemeki Bu Anis. Dan…
“eeeennnggggghhhhhhhh……… ” kulepaskan miliyaran spermaku kedalam meki Anis
Bu Anis mengeliat lalu tubuhnya bergetar, ternyata dia juga orgams.
Joe melepas k0ntolnya dari mulut Bu Anis, begitu juga aku yang mencabut
k0ntolku dari mekinya.
“Joe..pernah anal nggak??” tanya gue
“wah wah, belom sih, tapi boleh tuh!!” sambil menuju kearahku
“hah?? jgn please, ibu minta jgn….” kaget Bu Anis ketakutan
“loe nggak berhak ngelarang….” kasar jawabku
“wah wah, belom sih, tapi boleh tuh!!” sambil menuju kearahku
“hah?? jgn please, ibu minta jgn….” kaget Bu Anis ketakutan
“loe nggak berhak ngelarang….” kasar jawabku
Aku tidur terlentang, Joe tanpa aku suruh langsung membantu Bu Anis
bangun, meletakan tubuh Bu Anis diatas tubuhku, tanganku bergerak
membantu k0ntolku masuk kedalam meki Bu Anis yang becek. Dan
eeeemmmmm…..oooohhhh…k0ntol ku kembali masuk menembus meki Bu Anis.
Sementara Joe mengambil posisi, bersiap – siap menancapkan k0ntolnya di
dubur Bu Anis. Joe membuka pantat Bu Anis, Bu Anis coba melawan tapi
dalam pengaruh k0ntolku, dia tdk dapat banyak bergerak.
“Bu…jangan lupain kami….kasih kami nilai 10 ya!! wahahahaha” canda Joe
Dannnn….
“aaaaaaaahhhhhhhh….aaaaaahhh hhh….eeeennnnnngggmmmm…..” suara Bu Anis saat k0ntol Joe masuk menembus duburnya yang perawan.
Aku dan Joe membantai habis Bu Anis, membuat Bu Anis benar – benar
merasakan surga dunia. Tiba – tiba Sandra ada diatas kepalaku, tanpa
basa – basi dilahapnya bibir Bu Anis. Astaga!! Ini apa namanya???
Threesome?? Jelas BUKAN!!! INI QUADSOME!!!
Bu Anis tdk dapat lagi bergerak, seluruh spot sensitive-nya sudah
dilahap habis oleh kami bertiga. Hanya ada desahan – desahan kecil dan
hembusan napas Bu Anis yang semakin memburu. Tiba – tiba Sandra bangkit,
disodorkan mekinya yang telah basah kearah mulut Bu Anis, Bu Anis
berusaha menolak dan jijik. Tapi dalam kondisinya sekarang, dia tdk akan
sanggup menahan itu, dengan malu – malu Bu Anis menjilati meki Sandra
dengan perlahan, “eeeemmmm….” desah Sandra sambil memainkan payudaranya
sendiri dengan kedua tanganya.
Joe memajukan tubuhnya, membuat k0ntolnya yang tertancap dipantan Bu
Anis makin dalam. Sandra pun melakukan hal yang sama, Joe dan Sandra pun
saling melahap bibir diatas tubuh Bu Anis yang bugil. Kami semua serasa
menjadi satu, k0ntolku dimeki Bu Anis, k0ntol Joe dipantat Bu Anis,
meki Sandra yang sedang dijilati Bu Anis, dan ciuman mesra Sandra dengan
Joe.
Aku merasa ini seperti mimpi, bisa menancapkan k0ntolku yang lapar
kedalam meki guruku sendiri dan melihat meki kakak kelasku yang cantik
diatas kepalaku. Tanganku pun bergerak, aku remas kedua payudara Bu Anis
yang mulai mengeras dan pentilnya yang semakin mancung. Bu Anis
mendesah makin hebat sambil terus dia jilatin meki Sandra dengan mantab.
Tak lama setelah itu…
“aaaahhhh……aaaaaahhhhhhh.. .eeeemmmmmm….” Bu Anis segera melepas jilatannya dari meki Sandra, ya Bu Anis ORGAMS!!!
Kurasakan k0ntolku tertekan makin kuat didalam meki Bu Anis, tak lama
setelah itu cairan hangat membasahi k0ntolku, membuat seluruh tubuhku
merinding. Dan sekarang giliranku, karena orgams Bu Anis, k0ntolku jadi
terpancing. Seluruh urat ditubuhku serasa tertarik, darahku berkumpul
diujung k0ntolku yang memerah, dan…..
“DAMMMNNN IIITTT!!! Aaaaarrrggghhhh…eeennnggggg. …” orgams-ku sambil
kuremas kencang payudara Bu Anis yang membuat tubuhnya ikut bergetar
hebat.
Aku tersenyum puas, kutumpahkan seluruh spermaku kedalam meki guru
eskul computerku, dalam posisi Bu Anis yang diatasku membuat spermaku
perlahan keluar dari meki Bu Anis bercampur dengan cairan kenikmatan Bu
Anis lalu menetes jatuh ke lantai kelas. Kupejamkan mataku, mencoba
menikmati moment yang begitu indah itu. Tiba – tiba lagi aku mencium bau
yang begitu menggoda, kubuka mataku dan….
Sandra yang mulai lelah dengan posisinya, menindih wajahku dengan
mekinya yang sudah basah dengan cairan kenikmatannya dan liur Bu Anis.
Meki Sandra tepat menghantam mulutku, membuatku dapat merasakan sensasi
dari meki Sandra dan aroma meki Sandra yang begitu wangi. Tanpa
diperintah, lidahku otomatis bergerak, menjilat seluruh meki Sandra.
Perlahan kujilati dinding luar mekinya, dan mulai masuk kedalamnya,
sambil aku mampir ke klitorisnya yang hangat dan menjilatinya dengan
nikmat.
Kurasakan tubuh Sandra bergetar, Joe yang melihatku menjilati meki
kekasihnya tampak tdk peduli, dia masih asik berciuman dengan Sandra
sambil terus memutar – mutar k0ntolnya di meki Bu Anis. Bu Anis yang
melihatku menjilati meki Sandra tdk mau ketinggalan, dia juga segera
menjilati meki Sandra, sesekali lidahnya bersentuhan dengan lidahku,
membuat sensasi yang begitu luar biasa. K0ntolku terdiam menancap
didalam meki Bu Anis, tapi dengan goyang k0ntol Joe dipantat Bu Anis,
itu membuat k0ntolku berayun didalam meki Bu Anis yang nikmat.
Beberapa menit kami terus menikmati posisi ini lalu…
“aaaahhhhhh….joeee…kkkeee lllluuuuaarrrrr….” desah Sandra
“aakkuu juuggaa..eerrrggghhhh…” balas Joe
“aakkuu juuggaa..eerrrggghhhh…” balas Joe
Dan hebatnya, aku pun merasakan sensasi orgams lagi
“aaarrgghh…annjjrriiittt…e eennngggg…” desahku bersiap memuncratkan spermaku
“uuuufff…aaahhh…aaahhhh… .” diikuti Bu Anis dengan muka kecutnya
“uuuufff…aaahhh…aaahhhh… .” diikuti Bu Anis dengan muka kecutnya
AAAAAAAAAAHHHHHHHHH… kami berempat serentak berteriak bersama, tak
dapat lagi menahan orgams kami. Tubuh kami berempat bergetar hebat!!!
Kurasakan cairan kenikmatan Sandra mengalir kemulutku, jepitan meki
Bu Anis yang semakin menjadi dan spermaku yang kembali menyembur
menembus meki Bu Anis. Sedangkan Joe, memuntahkan seluruh spermanya
kedalam dubur Bu Anis.
Kami berempat tertidur puas dilantai, kecuali Bu Anis yang masih
diatas tubuhku. Kupeluk tubuh Bu Anis yang penuh keringat, kuciumi
tubuhnya, dan kami tertidur saking lelahnya